đź“‹ Kegiatan Pelatihan
Program pelatihan unggulan untuk pengembangan kapasitas profesional.
Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah
Pelatihan ini memberikan pemahaman end-to-end mengenai arsitektur APBD dan sistem pengelolaan keuangan daerah, termasuk peran PA/KPA, PPKD, PPTK, dan bendahara. Materi mencakup alur SPD–SPP–SPM–SP2D, penatausahaan dan pertanggungjawaban belanja, serta penguatan pengendalian internal untuk meminimalkan temuan audit. Melalui latihan penyusunan dokumen dan simulasi verifikasi, peserta mampu menyusun checklist dokumen dan SOP proses transaksi yang ringkas, efektif, dan sesuai regulasi.
Reviu Laporan Keuangan Daerah
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta dalam melakukan reviu menyeluruh atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) melalui pendekatan teoritis dan praktik aplikatif. Kegiatan diawali dengan penguatan landasan teori reviu laporan keuangan, dilanjutkan pembahasan teknis reviu setiap komponen laporan secara sistematis, meliputi Neraca (kas, piutang, persediaan, aset tetap, aset lainnya, dan kewajiban), Laporan Operasional, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Perubahan SAL, serta Laporan Arus Kas. Sesi akhir difokuskan pada studi kasus komprehensif reviu LKPD untuk melatih kemampuan analitis, identifikasi salah saji, serta perumusan simpulan dan rekomendasi perbaikan. Dengan pendampingan para akademisi dan praktisi berpengalaman, peserta diharapkan mampu melakukan reviu berbasis risiko secara lebih tajam, sistematis, dan profesional guna meningkatkan kualitas laporan keuangan dan mendukung pencapaian opini audit yang lebih baik.
Teknik Penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB): Fisik dan Non Fisik
Pelatihan ini menguatkan kapasitas peserta dalam menyusun ASB sebagai instrumen efisiensi dan uji kewajaran belanja daerah. Materi mencakup relasi ASB dengan SSH/HSPK/SBU, identifikasi output dan cost driver, penyusunan unit cost, serta pembentukan model ASB untuk kegiatan fisik dan non fisik. Melalui latihan dan simulasi koreksi belanja tidak wajar, peserta menghasilkan dua draf ASB beserta hasil uji kewajaran yang dapat langsung diterapkan dalam penyusunan RKA dan pengendalian anggaran.
Manajemen Risiko Keuangan Daerah
Pelatihan ini membahas penerapan manajemen risiko sektor keuangan daerah berbasis ERM/SPIP, mencakup identifikasi risiko pendapatan, belanja, kas, utang, aset, fraud, dan risiko fiskal. Peserta mempelajari teknik penyusunan risk register, penilaian probabilitas–dampak (heatmap), serta desain kontrol pencegahan dan deteksi. Melalui studi kasus fraud risk dan simulasi mitigasi, peserta menghasilkan risk register, peta risiko, dan rencana mitigasi terprioritas yang terintegrasi dalam proses penganggaran dan pelaporan.
Optimalisasi Pengelolaan BUMD
Pelatihan ini mengulas tata kelola dan strategi peningkatan kinerja BUMD melalui analisis kesehatan keuangan dan operasional, penyusunan KPI, serta pengelolaan penyertaan modal berbasis kelayakan dan risiko. Peserta mempelajari hubungan pembinaan dan pengawasan antara Pemda dan BUMD serta strategi transformasi model bisnis. Melalui latihan analisis rasio dan studi kasus BUMD sehat vs rugi, peserta menghasilkan analisis kinerja, rancangan KPI, dan roadmap transformasi yang realistis dan terukur.
Manajemen Keuangan untuk Penilaian (Valuasi)
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman manajemen keuangan dalam proses penilaian (valuation) aset, proyek, maupun entitas, termasuk BUMD. Materi mencakup analisis laporan keuangan, nilai waktu uang (TVM), biaya modal (WACC sederhana), serta metode penilaian berbasis pendapatan (DCF), pasar, dan biaya. Melalui latihan penyusunan proyeksi arus kas dan simulasi valuasi, peserta mampu menghasilkan model cashflow dan estimasi nilai yang logis, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Teknik Perencanaan Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan
Pelatihan ini membekali peserta dengan kerangka perencanaan pembangunan daerah berbasis prinsip keberlanjutan ekonomi–sosial–lingkungan dan pengarusutamaan SDGs. Materi mencakup integrasi isu inklusivitas, gender, perubahan iklim, dan risiko bencana ke dalam dokumen perencanaan, penyusunan logframe, serta indikator outcome–impact yang terukur. Melalui latihan desain program dan studi kasus ketahanan iklim, peserta menghasilkan logframe program, indikator keberlanjutan, dan rencana monitoring–evaluasi yang selaras dengan arah pembangunan nasional dan kebutuhan lokal.
Klik tombol "Daftar Sekarang" untuk mengisi formulir pendaftaran.